🛡️ Persyaratan Keamanan Esensial
🔒 Standar Enkripsi
- ✓ Enkripsi AES-256untuk data yang disimpan
- ✓ TLS 1.3untuk data dalam transit
- ✓ Enkripsi ujung-ke-ujunguntuk konten rapat
- ✓ Sistem manajemen kuncidengan kebijakan rotasi
🎯 Kontrol Akses
- •Autentikasi multi-faktor (MFA)
- •Kontrol akses berbasis peran (RBAC)
- •Integrasi single sign-on (SSO)
- •Pembatasan akses berbasis waktu
- •Kemampuan whitelist IP
📊 Audit & Monitoring
- ◆Pencatatan aktivitas yang komprehensif
- ◆Pemantauan keamanan waktu nyata
- ◆Deteksi ancaman otomatis
- ◆Prosedur respons insiden
- ◆Penilaian keamanan rutin
📋 Standar Kepatuhan
🏢 SOC 2 Tipe II
Menunjukkan kontrol keamanan, ketersediaan, dan kerahasiaan
- • Kepatuhan terhadap prinsip keamanan
- • Pemantauan ketersediaan
- • Pemeriksaan integritas pemrosesan
- • Langkah-langkah kerahasiaan
🌍 GDPR
Kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data UE
- • Hak subjek data
- • Mekanisme persetujuan
- • Portabilitas data
- • Hak untuk penghapusan
🏥 HIPAA
Persyaratan perlindungan informasi kesehatan
- • Perlindungan administratif
- • Tindakan pengamanan fisik
- • Perlindungan teknis
- • Perjanjian Mitra Bisnis
🏛️ FedRAMP
Otorisasi keamanan cloud federal
- • Kontrol keamanan dasar
- • Pemantauan berkelanjutan
- • Penilaian risiko
- • Otoritas untuk Beroperasi
🗄️ Strategi Perlindungan Data
🌐 Tempat Penyimpanan Data
Kendalikan di mana data rapat Anda disimpan dan diproses untuk memenuhi persyaratan regulasi.
Pusat data UE, AS, APAC
Kepatuhan terhadap hukum setempat
Kontrol mekanisme transfer
🔄 Manajemen Siklus Hidup Data
Kebijakan Retensi
- • Jadwal penghapusan otomatis
- • Kapabilitas legal hold
- • Retensi berbasis kepatuhan
- • Aturan retensi khusus
Klasifikasi Data
- • Pelabelan data sensitif
- • Klasifikasi otomatis
- • Pemetaan tingkat akses
- • Integrasi DLP
🔍 Penilaian Vendor Keamanan
📝 Kriteria Evaluasi Utama
1. Sertifikasi Keamanan
- • Laporan SOC 2 Tipe II
- • Sertifikasi ISO 27001
- • Kepatuhan khusus industri (HIPAA, FedRAMP)
- • Audit keamanan pihak ketiga
2. Arsitektur Teknis
- • Model keamanan zero-trust
- • Implementasi enkripsi end-to-end
- • Langkah-langkah keamanan API
- • Kontrol keamanan infrastruktur
3. Tanggapan Insiden
- • pusat operasi keamanan 24/7
- • Prosedur respons insiden
- • Garis waktu pemberitahuan pelanggaran
- • Tujuan waktu pemulihan
4. Transparansi & Kontrol
- • Ketersediaan dokumentasi keamanan
- • Kemampuan kontrol pelanggan
- • Opsi portabilitas data
- • Aksesibilitas jejak audit
⚠️ Kerangka Manajemen Risiko
🎯 Risiko Keamanan Umum
Risiko Teknis
- • Pelanggaran dan kebocoran data
- • Serangan man-in-the-middle
- • Akses tanpa izin
- • Kerentanan sistem
Risiko Operasional
- • Ancaman orang dalam
- • Rekayasa sosial
- • Kesalahan konfigurasi
- • Dependensi pihak ketiga
🛡️ Strategi Mitigasi
Prinsip jangan pernah percaya, selalu verifikasi untuk semua permintaan akses
Beberapa lapisan keamanan untuk perlindungan yang komprehensif
Kemampuan deteksi dan respons ancaman secara real-time
Edukasi rutin karyawan tentang praktik terbaik keamanan
🚀 Praktik Terbaik Implementasi
📊 Daftar Periksa Penilaian Keamanan
Fase 1: Pengumpulan Kebutuhan
- □ Tentukan persyaratan kepatuhan
- □ Identifikasi tingkat klasifikasi data
- □ Mendokumentasikan kewajiban regulasi
- □ Menilai postur keamanan saat ini
Fase 2: Evaluasi Vendor
- □ Tinjau sertifikasi keamanan
- □ Melakukan penilaian teknis
- □ Evaluasi kemampuan integrasi
- □ Uji prosedur tanggap insiden
Fase 3: Implementasi
- □ Konfigurasikan kontrol keamanan
- □ Siapkan pemantauan dan pemberitahuan
- □ Melatih pengguna tentang fitur keamanan
- □ Melakukan pengujian keamanan
Fase 4: Manajemen Berkelanjutan
- □ Tinjauan keamanan rutin
- □ Perbarui kebijakan keamanan
- □ Pantau status kepatuhan
- □ Lakukan penilaian berkala
